Padang —Kamis, 15 Januari 2025. Pondok Al-Qur’an Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, terus berbenah dan memperkuat pembinaan peserta dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kecamatan Lubuk Kilangan yang akan digelar pada Mei 2026 mendatang di Kelurahan Batu Gadang.
Langkah serius ini bukan tanpa alasan. Secara historis, Kelurahan Koto Lalang dikenal sebagai lumbung qari dan qariah di Kecamatan Lubuk Kilangan. Sejak tahun 2002 hingga 2024, dari 12 kali pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan, Koto Lalang berhasil meraih juara umum sebanyak 11 kali, dengan satu kali berpindah ke Kelurahan Batu Gadang pada tahun 2012.
Peristiwa pada tahun 2012 tersebut menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran berharga. Saat itu, kafilah Koto Lalang menghadapi keterbatasan, baik dari sisi intensitas latihan maupun dukungan biaya untuk honor pelatih, sehingga persiapan tidak berjalan maksimal.
Pimpinan Pondok Al-Qur’an Koto Lalang, Almi Efendi, S.IQ., S.Th.I, menyampaikan bahwa pengalaman tersebut justru menjadi titik balik untuk memperbaiki sistem pembinaan secara berkelanjutan.
"Prestasi yang diraih selama ini adalah amanah sejarah. Tahun 2012 mengajarkan kami bahwa pembinaan Al-Qur’an harus dilakukan secara konsisten dan terencana. Tanpa latihan yang cukup dan dukungan pelatih, prestasi sulit dipertahankan,” ungkap Almi Efendi.
Ia menegaskan bahwa pembinaan saat ini tidak hanya berorientasi pada mempertahankan tradisi juara, tetapi juga membangun karakter dan kecintaan peserta terhadap Al-Qur’an.
"MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana mencetak generasi Qur’ani. Prestasi hanyalah buah dari proses yang ikhlas dan disiplin,” tambahnya.
Dalam rangka menyongsong MTQ Mei 2026, Pondok Al-Qur’an Koto Lalang kini melakukan pembinaan secara intensif dan terstruktur, meliputi pendalaman tajwid, makharijul huruf, irama, penghayatan makna, serta penguatan mental dan adab peserta.
Pelatih tilawah Pondok Al-Qur’an Koto Lalang, Hendra Kurnia Rahman, S.P., Qori Sumatera Barat, menyatakan optimisme terhadap kesiapan kafilah yang sedang dibina.
"Anak-anak Koto Lalang memiliki potensi besar. Dengan latihan rutin dan dukungan yang cukup, insyaallah kualitas bacaan dan mental mereka semakin matang. Kami belajar dari masa lalu agar tidak terulang,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap latihan harus dimaknai sebagai ibadah dan bentuk tanggung jawab terhadap kalam Allah.
"Juara itu bonus. Yang utama adalah menyampaikan Al-Qur’an dengan adab, keindahan, dan keikhlasan,” tuturnya.
Dengan semangat berbenah, dukungan pelatih profesional, serta keterlibatan pengurus dan masyarakat, Pondok Al-Qur’an Koto Lalang optimistis dapat kembali tampil maksimal pada MTQ Nasional ke-42 tingkat Kecamatan Lubuk Kilangan, sekaligus melanjutkan tradisi prestasi yang telah terukir selama lebih dari dua dekade.(AE)