Koto Lalang —Rabu, 08 April 2026.Suasana malam yang teduh di Koto Lalang kembali dipenuhi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dalam kegiatan wirid yasinan yang rutin dilaksanakan oleh Majelis Taklim Yasinan (MTY). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mempertemukan hati-hati yang rindu akan ketenangan dalam naungan kalam Ilahi.
Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara berjamaah, yang mengalun serentak dari lisan para jamaah. Suara yang berpadu itu seakan menjadi doa yang terbang ke langit, membawa harapan dan haru. Dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Mulk, yang mengingatkan setiap jiwa akan kekuasaan Allah SWT dan hakikat kehidupan yang fana.
Tidak hanya itu, jamaah juga melaksanakan berkhayal (tafakur), zikir, dan doa bersama. Dalam keheningan zikir, terasa betapa dekatnya hamba dengan Rabb-nya. Dalam doa yang lirih, terhimpun segala harap dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Yang Maha Kuasa.
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Almi Efendi selaku pembina MTY Koto Lalang. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat tema tentang hikmah membaca Surah Yasin dan Surah Al-Mulk secara berjamaah.
Dengan gaya bahasa yang mengalir dan menyentuh, beliau menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an secara bersama-sama bukan hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga mengundang rahmat dan ketenangan dari Allah SWT. Surah Yasin, katanya, adalah jantung Al-Qur’an yang menghidupkan hati yang gersang. Sementara Surah Al-Mulk menjadi pelindung bagi pembacanya dari azab kubur, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat.
Dalam nuansa sastra yang mengingatkan kita pada kelembutan bahasa Hamka, tausiyah tersebut mengalir seperti mata air yang jernih. Bahwa hidup ini bukan sekadar perjalanan jasad, tetapi juga pengembaraan jiwa. Dan Al-Qur’an adalah pelita yang tak pernah padam, yang menerangi jalan bagi siapa saja yang mau mendekat kepadanya.
“Jika hati mulai gelisah, kembalilah kepada Al-Qur’an. Bacalah ia bukan sekadar dengan lisan, tetapi dengan jiwa yang tunduk. Karena di sanalah letak ketenangan yang sejati,” demikian pesan yang disampaikan dengan penuh makna.
Kegiatan wirid yasinan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi oase spiritual bagi masyarakat. Ia mengikat silaturahmi, memperkuat iman, dan menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah hiruk pikuk dunia yang kian bising, majelis seperti ini menjadi tempat kembali—tempat di mana manusia belajar merendah, mengingat, dan berharap. Sebab pada akhirnya, yang kekal hanyalah amal dan doa yang tulus dari hati yang berserah.(AE)
|
|
: | 07 Januari 2026 19:35:26 |
|
|
: | Koto Lalang |
|
|
: |
| Hari ini | : | 272 |
| Kemarin | : | 174 |
| Total Pengunjung | : | 41.619 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.174 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
| Tema Pro | : | DeNava v112.05 |
|
|
: | 07 Januari 2026 19:35:26 |
|
|
: | Koto Lalang |
|
|
: |
| Hari ini | : | 272 |
| Kemarin | : | 174 |
| Total Pengunjung | : | 41.619 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.174 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
| Tema Pro | : | DeNava v112.05 |
Jl. Koto Lalang RT 3 RW 2, Kode Pos 25232
Kelurahan
Koto Lalang
Kec.
Lubuk Kilangan
Kota
Padang