Koto Lalang — Malam Rabu, 28 Januari 2026, selepas salat Magrib, langkah-langkah jamaah Majelis Taklim Yasinan Kelurahan Koto Lalang bergerak menuju sebuah rumah sederhana di pendakian depan Masjid Baiturrahim, Kampung Tanjung. Rumah itu milik Ibu Zahara, yang malam ini menjadi tuan rumah pertemuan iman yang menenangkan dan menyenangkan hati.
Dengan balutan baju seragam warna taro dan jilbab senada, jamaah hadir bukan sekadar serasi dalam penampilan, tetapi juga seirama dalam niat. Kebersamaan itu menjadi isyarat bahwa majelis taklim bukan hanya tempat membaca Yasin, melainkan ruang menumbuhkan persaudaraan dan memperkuat ikatan hati.
Kegiatan wirid yasinan diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama. Suaranya tidak meninggi, namun menggetarkan. Dalam diam dan kekhusyukan, ayat-ayat suci seakan mengetuk pintu-pintu hati, mengingatkan bahwa hidup ini perlu sering disiram dengan zikir agar tidak kering oleh hiruk-pikuk dunia.
Pembina Majelis Taklim Yasinan Kelurahan Koto Lalang, Almi Efendi, SIQ., STh. I., dalam arahannya menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan. Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, beliau mengajak jamaah untuk istiqamah menghadiri majelis ilmu dan zikir. Sebab, sebagaimana sering disampaikan para ulama, majelis seperti inilah yang kelak menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah Swt.
Dalam nuansa sastra dan tausiyah yang mengingatkan pada gaya Prof. Dr. H. Abdul Somad, Lc., MA., disadari bersama bahwa duduk di majelis Yasinan bukan perkara kecil. Ia adalah amal yang ringan dikerjakan, tetapi berat timbangannya. Datang dengan langkah kaki, pulang membawa ketenangan hati.
“Kalau ingin hidup tenang, dekatlah dengan Al-Qur’an. Kalau ingin keluarga rukun, hidupkan zikir di rumah-rumah kita. Kalau ingin kampung kita diberkahi, ramaikan majelis taklim,” demikian pesan yang mengalir di tengah suasana penuh kehangatan.
Wirid yasinan malam itu bukan hanya rutinitas, melainkan suntikan semangat untuk terus menjaga tradisi baik. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada hari dan tanggal tertentu, tetapi terus berjalan hingga masa-masa yang akan datang, menjadi warisan iman bagi anak cucu di Kelurahan Koto Lalang.
Dari rumah Ibu Zahara, cahaya kebersamaan kembali dinyalakan. Seragam boleh sama, namun yang lebih penting: hati bersatu, iman terjaga, dan langkah hidup senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah Swt.(AE)
|
|
: | 07 Januari 2026 19:35:26 |
|
|
: | Koto Lalang |
|
|
: |
| Hari ini | : | 75 |
| Kemarin | : | 871 |
| Total Pengunjung | : | 26.276 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.126 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
| Tema Pro | : | DeNava v112.05 |
|
|
: | 07 Januari 2026 19:35:26 |
|
|
: | Koto Lalang |
|
|
: |
| Hari ini | : | 75 |
| Kemarin | : | 871 |
| Total Pengunjung | : | 26.276 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.126 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
| Tema Pro | : | DeNava v112.05 |
Jl. Koto Lalang RT 3 RW 2, Kode Pos 25232
Kelurahan
Koto Lalang
Kec.
Lubuk Kilangan
Kota
Padang